Apa dan siapakah sebenarnya Dewi Lara Amis? Cerita tentang Lara Amis ini penuh dengan transendental, simbolis dan religius. Tetapi untuk kali ini hanya akan kami ceritakan dahulu apa adanya, yaitu menurut versi Adiparwa karya Prabu Dharmawangsa Teguh Hananta Wikrama raja Kediri (991-1007) yang pernah diulas oleh Dr. Hazeu, Dr. Kern, dan Dr. Juyn Boll.
Tersebutlah seorang raja berdarah Kuru, Basuparicara namanya. Istananya terletak di Cediwisaya. Ketika ia sedang bertapa ia mendapat anugerah sebuah kereta sakti “Amarajaya” dan Jimat Sakti, sehingga ia dapat berbicara dan mengerti bahasa binatang. Kira-kira kalau di dalam cerita Kancil seperti halnya dengan nabi sulaiman.
Di komplek istananya mengalirlah sebuah sungai Suktimati namanya. Sebuah sungai besar, jernih, sejuk dan berhulu di gunung Kolagiri. Gunung Kolagiri jatuh cinta kepada sungai Suktimati, ia memperkosanya dan menyebabkan sungai tersebut berhenti mengalir. Dari perhubungan ini lahirlah dua orang “Gedana-gedini”. Anak yang laki-laki bernama Basuprada dan wanita bernama Girika yang cantik, mulus dan molek parasnya. Sangat aneh bukan? Gunung kawin dengan sungai melahirkan manusia.




