Jumat, 24 Oktober 2014

Iron Bird Flight Attendant Training


Bisnis penerbangan dan transportasi udara nasional maupun internasional saat ini terus berkembang dengan cepat. Perkembangan ini antara lain bisa dilihat dari banyaknya Maskapai Penerbangan Asing yang telah masuk ke Indonesia untuk membuka pasar dan akan menyerap banyak tenaga kerja berbakat dan siap pakai dibidangnya. Di sini SDM yang berkualitas dan berwawasan Internasional akan sangat dibutuhkan.

Untuk mengisi kelangkaan tenaga ahli dalam Industri Jasa Penerbangan serta untuk mengantisipasi persaingan ketat dunia kerja, IBFAT menawarkan program pendidikan yang dapat membantu dan menjawab tantangan tersebut. Dengan program pendidikan ini, anda bisa bergabung dalam jaringan Internasional yang memberi nilai lebih pada karir anda. Kami yakin kesempatan ini akan menjadi alternatif segar dalam melengkapi hidup anda dengan pengalaman yang menarik serta imbalan yang memadai.

Selamat Datang dan masuki dunia nyata Industri Jasa Penerbangan Nasional & Internasional di seluruh Bandar Udara di Indonesia, Singapura, Malaysia & Australia. Melalui pengembangan & perluasan jaringan program magang kerja di sektor Internasional, IBFAT optimis dapat mewujudkan impian anda sebagai AIRLINER.

Tertarik untuk segera bekerja dan meniti karir di perusahaan penerbangan nasional maupun internasional, bergabunglah dan sukses bersama IBFAT...

Kamis, 13 Oktober 2011

SULTAN HARUNURRASYID DITAMPAR OLEH ORANG YAHUDI

Tiada berapa lamanya sesudah hal yang tersebut di atas itu, berjalan-jalanlah Abu Nawas ke kampung orang Yahudi di dalam negeri Bagdad, lalu singgah ke rumah seorang Yahudi kenalannya yang tengah bermain dana-dana. Setelah Abu Nawas memberi salam dan duduk, diberikanlah oleh Yahudi itu kepadanya sebuah kecapi untuk dibunyikan. Maka bermain kecapilah Abu Nawas, terlalu merdu bunyinya. Kemudian kecapi itu pun diambil oleh Yahudi dari tangan Abu Nawas, lalu Abu Nawas disuruhnya menari dana-dana. Abu Nawas pun menarilah. Setelah sudah bermain kecapi dan menari-nari itu, maka Yahudi itu pun meminta kopi, karena mereka itu menurut kebiasaan harus minum bersama-sama.
Maka dikeluarkan oranglah kopi manis, lalu diberikan kepada tiap-tiap yang hadir itu semangkuk seorang. Ketika Abu Nawas hendak minum dan mengangkat cangkirnya, ia ditampar oleh Yahudi itu.
Rupanya Abu Nawas suka saja hatinya. Serta diangkatnya pula cangkir itu sekali lagi beserta piringnya, maka ia pun ditampar pula oleh Yahudi itu. Banyak sungguh Abu Nawas menerima tamparan semalam itu. Sebab sekali angkat sekali tampar . . .
Setelah sudah minum-minum kopi secara itu bermohonlah Abu Nawas hendak pulang ke rumahnya, karena hari sudah pukul dua malam. Di tengah jalan Abu Nawas berpikir-pikir di dalam hatinya, “Jahat sungguh perangai orang Yahudi itu. Main tampar saja! Minumnya seperti binatang! Perangai yang demikian tak boleh dibiarkan saja di negeri Bagdad ini! Aa, ada . . . suatu akal.” Dalam pada itu ia pun sampai ke rumahnya.

ABU NAWAS DENGAN ORANG YAHUDI

Sesampai ke rumahnya, Abu Nawas bertanya kepada istrinya, “Hai, Adinda, adakah sultan bertanya-tanyakan daku ini?”
“Tidak. Ya, Kakanda, rupanya baginda sudah lupa akan kita ini.”
Abu Nawas berdiam diri.
Sekali peristiwa pada suatu hari ia pun berjalan-jalan di pasar. Maka bertemulah ia dengan seorang orang miskin. Orang itu dipanggil oleh Abu Nawas, katanya, “Hai, Saudaraku, hamba terlalu kasihan melihat engkau. Apakah pekerjaanmu?”
Kata orang miskin itu, “Hai, Tuan hamba, hamba tiada mempunyai pekerjaan. Sebab hamba tiada beruang sesen pun, bagaimana hamba boleh mencari. Tiap-tiap orang yang mencari hendaklah dengan modalnya.”
Kata Abu Nawas, “Hai, Saudaraku, jikalau Saudaraku suka, aku dapat mencarikan engkau modal untuk diperniagakan.”
Kata orang miskin itu pula, “Syukur, jika demikian kasih Tuan hamba akan insan yang hina ini.”
Kata Abu Nawas pula, “Nanti, esok pagi engkau datang ke sini, akan kuberikan modal itu kepadamu. Akan tetapi kita lebih dahulu harus berteguh-teguhan janji, yaitu engkau mengaku saudara kepadaku. Maukah begitu?”
Jawab orang miskin itu, “Baiklah.”
Setelah sudah bersalam-salaman, berjalanlah Abu Nawas meninggalkan orang miskin itu.
Ketika ia sudah sampai ke rumahnya kembali, maka ia pun berkata kepada bininya, “Hai, Adinda, pergilah engkau menghadap permaisuri raja yang bernama Sitti Zubaidah itu. Katakan kepadanya, bahwa lakimu, aku, Abu Nawas, telah mati malam tadi.

SEORANG MENTERI YANG LALIM

Pada suatu desa di dalam negeri Bagdad adalah diam seorang menteri yang terlalu jahat perangainya. Ia tiada boleh melihat anak bini orang yang baik rupanya. Jikalau tampak olehnya, niscaya diambilnya jua. Demikian laku menteri itu, dan apabila ia membeli barang-barang orang, tiada pernah ia membayar harganya. Sekalian orang di dalam desa itu takut kepadanya. Kemudian terdengar kepada Abu Nawas perbuatan menteri yang terlalu lalim itu. Bukan main panas hati Abu Nawas. Maka katanya dengan sendirinya, “Jikalau belum mati menteri itu,” belum aku pulang dari desa itu.”
 
Setelah itu ia pun pergilah ke tempat menteri itu. Sesampai ke situ, maka dicarinya rumah orang yang dekat ke rumah menteri itu. Ia pun minta tinggal disana, supaya dapat diketahuinya segala pekerjaan menteri khianat itu. Beberapa lamanya ia tinggal di situ, ia pun dapat berkenalan dan bersahabat dengan menteri itu. Tandang bertandang tak ada batasnya, sehingga menteri itu tiada takut dan gentar lagi mengabarkan rahasianya kepada Abu Nawas. Di dalam rumah menteri itu kelihatan oleh Abu Nawas ada sebuah gantungan. Jikalau ada orang yang salah, lalu dinaikkan oleh menteri itu ke gantungan itu, kepalanya ke bawah dan kakinya ke atas. Dan orang itu pun dipukulnya sampai mati. “Benarlah seperti kata orang itu,” kata Abu Nawas di dalam hatinya. “Nantilah, aku balas juga perbuatannya yang lalim itu!”
Suatu hari Abu Nawas berjalan-jalan. Maka ia pun bertemu dengan seorang-orang muda yang baik rupanya, ia membawa seekor lembu, yang terlalu gemuk. Maka kata Abu Nawas kepada orang itu, “Hai, orang muda, bagus betul lembumu ini, maukah engkau menjualnya?”

Kamis, 29 September 2011

RADAR CHAOS FREE FLYING GAME

Game online ini sangat menarik, meskipun tampilannya sangat membosankan. Permainan ini mengajak anda untuk menjadi seorang Air Traffic Controller yang bertugas mengatur lalu lintas pesawat udara yang akan landing maupun take off dari bandara Anda. Tugas utama anda adalah memberikan panduan kepada pilot dengan mengatur ketinggian dan kecepatan pesawat supaya tidak terjadi kecelakaan fatal di wilayah bandara Anda. 

Dalam hal ini anda harus menjaga jarak antarpesawat sejauh 3 miles horisontal atau sejauh 1000 feet horizontal. Dalam permainan ini Anda akan dipromosikan naik jabatan bila hasil kerja Anda bagus dan memuaskan atasan, mulai dari new hire, power crew member, senior member, tin pusher dll. Kemampuan Anda dalam mengatur pesawat juga akan dinilai oleh para pilot melalui pilot satisfaction diagram. Selamat Bertugas.

SHUTTLE BUS FREE RACING

Anda sebagai driver shuttle bus di sebuah bandara Los Angelos, Amerika. bertugas menjemput penumpang pesawat di terminal bandara dan mengantar mereka dengan selamat dan tepat waktu ke pesawat yang akan mereka tumpangi.Selamat bertugas.

CSCS PARKING FREE RACING GAME

Game online, sebagai truck driver bertugas membawa palet dan kontainer dari pelabuhan ke pelabuhan. Anda juga harus bisa mengoperasikan forklift dan sebagai operator crane bertugas bongkar muat dari kapal kargo ke truck dan sebaliknya.

Sabtu, 25 Juni 2011

ABU NAWAS MENGAJAR LEMBU SULTAN HARUNURRASYID MENGAJI QURAN

“Hai, Sahayaku,” titah Sultan Harunurrasyid pada suatu hari kepada seorang hambanya, “Pergilah engkau panggil Abu Nawas! Suruh dia datang menghadap aku pada hari ini juga!”
Maka hamba raja itu pun pergilah ke rumah Abu Nawas. Serta sampai, maka katanya, “Hai, Abu Nawas, Tuan hamba dipersilakan duli Yang Dipertuan datang ke istana.”
Tiada berapa lama antaranya hadirlah Abu Nawas di istana baginda Sultan Harunurrasyid. Maka sabda baginda kepadanya, “Hai, Abu Nawas, adapun engkau aku panggil menghadap ini, karena aku hendak minta kepadamu mengajar lembuku mengaji Quran. Jikalau lembu itu tiada tahu mengaji niscaya aku suruh bunuh engkau.”

Rabu, 22 Juni 2011

ORANG MISKIN DENGAN KOLAM YANG DINGIN AIRNYA

Di dalam negeri Bagdad adalah seorang saudagar yang mempunyai sebuah kolam tempat mandi, terlalu sejuk airnya. Tiada seorang jua pun yang tahan berendam barang setengah malam di dalamnya.

Suatu hari saudagar itu berkata, “Barangsiapa yang tahan berendam di dalam kolam itu satu malam, akan kuberi uang sepuluh ringgit.”

Maka banyaklah orang yang mencoba-coba masuk ke dalam kolam itu, tetapi tak ada yang tahan semalam. Setahan-tahannya hanya sepertiga malam saja.

Sekali peristiwa datanglah seorang-orang miskin minta-minta kepada saudagar itu. Kata saudagar itu kepadanya, “Hai, derwis, maukah engkau masuk ke dalam kolamku ini barang semalam saja? Jika engkau tahan, aku beri upah sepuluh ringgit.”

SEORANG SAUDAGAR DENGAN NAZARNYA

Di dalam negeri Kopah adalah diam seorang saudagar laki-laki. Ia sudah beberapa lamanya rindu akan seorang anak, tetapi belum juga diperolehnya. Suatu hari ia berkata kepada istrinya, “Ya, Adinda, baiklah kita bernazar kepada Allah subhanahu wataala. Jikalau kita diberi Allah seorang anak laki-laki, aku akan memotong seekor kambing yang besar dan lebar tanduknya sejengkal; aku sedekahkan dagingnya kepada fakir dan miskin di dalam negeri ini.”

Dengan takdir Allah taala istri saudagar itu pun hamil. Bukan buatan besar hati saudagar itu melihat hal istrinya demikian itu. Setelah sampai bulannya, perempuan itu pun melahirkan seorang anak laki-laki yang terlalu baik parasnya. Saudagar itu menaburkan uang perak kira-kira seribu ringgit serta bersedekah kepada fakir  dan miskin dan menjamu mereka itu makan minum.

ABU NAWAS MENJADI RAJA SESAAT SAJA

Sekali peristiwa, tatkala dilihat oleh Sultan Harunurrasyid hanya Abu Nawas seorang yang tiada hadir menghadap baginda, maka sabda baginda kepada hambanya, “Hai, hambaku, panggil olehmu Abu Nawas sekarang ini juga!”

Setelah sujud ke hadirat baginda, berjalanlah hamba itu ke rumah Abu Nawas. Kebetulan Abu Nawas ada di rumahnya, sedang duduk mengaji Quran. Kata hamba raja itu kepadanya, “Hai, Abu Nawas, Tuan hamba dipanggil oleh duli Yang Dipertuan ke istana.”

Jawab Abu Nawas, “Apa maksud baginda maka baginda menyuruh engkau memanggil aku ini?” Kata hamba raja itu pula, “Wallahu alam, hamba tiada tahu, melainkan hamba disuruh memanggil Tuan hamba ini sekarang juga, karena duli Syah Alam lama sudah menantikan Tuan hamba.”

Jumat, 17 Juni 2011

KISAH LIMA PERKARA ANEH

Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqh yang masyur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahawa antara Nabi-nabi yang bukan Rasul ada menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara.
Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi, "Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghala ke barat. Engkau dikehendaki berbuat, pertama; apa yang negkau lihat (hadapi) maka makanlah, kedua; engkau sembunyikan, ketiga; engkau terimalah, keempat; jangan engkau putuskan harapan, yang kelima; larilah engkau daripadanya."
Pada keesokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi itu kebingungan sambil berkata, "Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan."

KISAH PEMUDA YANG BERNAMA UZAIR

Pada suatu hari ketika 'Uzair memasuki kebunnya yang menghijau dengan pokok-pokok tamar dan tiba-tiba hatinya telah terpesona serta tertarik untuk memikirkan rahsia keindahan dan keajaiban alam ini. Sesudah memetik buah-buahan dia pulang dengan keldainya sambil menikmati keindahan-keindahan alam sekitarnya sehingga keledai yang ditungganginya tersesat jalan. Setelah sekian lama barulah dia sedar bahawa dia telah berada di suatu daerah yang tidak dikenali oleh beliau serta sudah jauh dari negerinya sendiri.

Sebaik sahaja dia sampai ke daerah itu dilihatnya kampung itu baru sahaja diserbu oleh musuh-musuh sehingga menjadi rosak-binasa sama sekali. Di tapak atau bekas runtuhan terdapat mayat-mayat manusia yang bergelimpangan yang sudah busuk serta hancur. Melihatkan pemandangan yang mengerikan itu, dia pun turun dari keldainya dengan membawa dua keranjang buah-buahan. Manakala keldainya itu ditambat di situ, kemudian dia pun duduk bersandar pada dinding sebuah rumah yang sudah runtuh bagi melepaskan penatnya. Dalam pada itu, fikirannya mula memikirkan mayat manusia yang sudah busuk itu.

KISAH SI PEMALAS & ABU HANIFAH

Suatu hari ketika Imam Abu Hanifah sedang berjalan-jalan melalui sebuah rumah yang jendelanya masih terbuka, terdengar oleh beliau suara orang yang mengeluh dan menangis tersedu-sedu. Keluhannya mengandungi kata-kata, "Aduhai, alangkah malangnya nasibku ini, agaknya tiada seorang pun yang lebih malang dari nasibku yang celaka ini. Sejak dari pagi lagi belum datang sesuap nasi atau makanan pun di kerongkongku sehingga seluruh badanku menjadi lemah longlai. Oh, manakah hati yang belas ikhsan yang sudi memberi curahan air walaupun setitik."

Mendengar keluhan itu, Abu Hanifah berasa kasihan lalu beliau pun balik ke rumahnya dan mengambil bungkusan hendak diberikan kepada orang itu. Sebaik sahaja dia sampai ke rumah orang itu, dia terus melemparkan bungkusan yang berisi wang kepada si malang tadi lalu meneruskan perjalanannya. Dalam pada itu, si malang berasa terkejut setelah mendapati sebuah bungkusan yang tidak diketahui dari mana datangnya, lantas beliau tergesa-gesa membukanya. Setelah dibuka, nyatalah bungkusan itu berisi wang dan secebis kertas yang bertulis, " Hai manusia, sungguh tidak wajar kamu mengeluh sedemikian itu, kamu tidak pernah atau perlu mengeluh diperuntungkan nasibmu. Ingatlah kepada kemurahan Allah s.w.t. dan cubalah bermohon kepada-Nya dengan bersungguh-sungguh. Jangan suka berputus asa, hai kawan, tetapi berusahalah terus."

KISAH TIGA PENGEMBARA

Hari itu mendung tiba-tiba saja menutup langit. Dalam sekejap hujan pun turun dengan lebatnya. Tiga orang pengembara yang saat itu sedang berjalan bersama, cepat-cepat mencari perlindungan. Kebetulan ada sebuah gua di depan mereka. Tanpa pikir panjang, ketiganya segera masuk dan berteduh di dalamnya.
Hujan yang deras membuat tanah menjadi longgar, dan sebongkah batu yang besar jatuh dari atas gua dan menutup lubang guanya. Ketiga pengembara itu pun terperangkap di dalamnya.
Berkali-kali mereka mencoba mendorong batu itu, namun batu itu terlalu berat sehingga sedikit pun tidak bergeser dari tempatnya. Tiba-tiba salah seorang di antaranya berkata “Demi Alloh, tidak akan ada yang menyelamatkan kita kecuali sifat jujur dan ikhlas. Marilah kita berdoa kepada Alloh dengan perantara (wasilah) amal perbuatan yang pernah kita lakukan dengan hati yang ikhlas. Semoga Alloh mau memberikan pertolongannya.”

KISAH WALI ALLAH YANG SHALAT DI ATAS AIR

Sebuah kapal yang sarat dengan muatan dan bersama 200 orang termasuk ahli perniagaan berlepas dari sebuah pelabuhan di Mesir. Apabila kapal itu berada di tengah lautan maka datanglah ribut petir dengan ombak yang kuat membuat kapal itu terumbang-ambing dan hampir tenggelam. Berbagai usaha dibuat untuk mengelakkan kapal itu dipukul ombak ribut, namun semua usaha mereka sia-sia sahaja. Kesemua orang yang berada di atas kapal itu sangat cemas dan menunggu apa yang akan terjadi pada kapal dan diri mereka.

Ketika semua orang berada dalam keadaan cemas, terdapat seorang lelaki yang sedikitpun tidak merasa cemas. Dia kelihatan tenang sambil berzikir kepada Allah s.w.t.. Kemudian lelaki itu turun dari kapal yang sedang terunbang-ambing dan berjalanlah dia di atas air dan mengerjakan solat di atas air. Beberapa orang peniaga yang bersama-sama dia dalam kapal itu melihat lelaki yang berjalan di atas air dan dia berkata, "Wahai wali Allah, tolonglah kami. Janganlah tinggalkan kami!" Lelaki itu tidak memandang ke arah orang yang memanggilnya. Para peniaga itu memanggil lagi, "Wahai wali Allah, tolonglah kami. Jangan tinggalkan kami!"

Kamis, 16 Juni 2011

CARA MEMBUAT PUZZLE SENDIRI

Dengan BrainsBreaker Anda dapat mengubah foto apapun ke sebuah puzzle dan juga bermain dengan koleksi besar puzzle download online. Dengan banyak potongan, bentuk dan fitur, pengalaman adalah sama seperti dalam sebuah puzzle kardus nyata dan dengan keuntungan lebih.
  • Puzzle bisa dimainkan dengan potongan sebanyak yang Anda inginkan.
  • Menangani ratusan atau bahkan seribu buah. 
  • Berbagai potongan, masing-masing dengan tantangan tersendiri dan keindahan. 
  • Memungkinkan membuat jigsaw puzzle baru dengan foto Anda.
  • Thumbnail: Screenshot dari puzzle jigsaw berlangsung.
  • Pembesar memungkinkan memeriksa potongan-potongan dengan detail.

Selasa, 14 Juni 2011

ABU NAWAS DENGAN LUMPANG BATU

Diceritakan pula: Sultan Harunurrasyid masih mencari tipu daya akan mengalahkan Abu Nawas dan hendak menghukumnya, sebab rupanya belum lagi hilang malu baginda itu oleh segala perbuatan Abu Nawas kepadanya.

Baginda mempunyai lumpang batu belah dua. Maka pikir baginda di dalam hatinya. “Baiklah aku suruh panggil Abu Nawas itu.”

Setelah datang Abu Nawas ke penghadapan serta menyembah, maka sabda baginda kepadanya, “Hai, Abu Nawas, engkau aku panggil ini, sebab lumpang batuku belah dua. Sekarang ini tak boleh tiada engkau tolong jahitkan lumpang itu. Jikalau engkau tiada dapat menjahit lumpang batu ini, niscaya aku bunuh engkau.”

Sembah Abu Nawas, “Mana titah Tuanku patik junjung di atas batu kepala patik; seboleh-bolehnya patik kerjakan juga. Akan tetapi patik mohonkan tempo esok pagi.”

ABU NAWAS AKAN DISEMBELIH

Suatu hari Abu Nawas berjalan dari suatu kampung ke kampung lain. Tatkala hari hampir waktu maghrib, ia pun hendak pulang ke rumahnya melalui sebuah kampung orang badui. Di situ ia bertemu dengan beberapa orang yang tengah memasak bubur haris (bubur makanan orang tani).

Maka datanglah orang itu menangkap Abu Nawas, lalu dibawanya ke dalam rumahnya hendak disembelihnya. Maka kata Abu Nawas kepada orang Badui itu, “Hendak engkau apakan aku ini?”

Kata orang Badui itu, “Hai, orang muda, adapun adat pada tempat ini, apabila orang melintas disini, niscaya kena tangkaplah ia dan disembelih lehernya akan ganti kambing: dagingnya dimasak, dijadikan bubur bersama-sama dengan tepung gandum. Inilah pekerjaan kami disini dan inilah selama-lamanya makanan kami.”

Senin, 13 Juni 2011

TIPU DIBALAS DENGAN TIPU

Makin lama terasa dan nyata kepada Sultan Harunurrasyid, bahwa Abu Nawas sungguh-sungguh jenaka dan bijaksana, sehingga tiada dapat dipermain-mainkannya. Hal itu sangat membesarkan hati baginda, meskipun kadang-kadang tingkah laku Abu Nawas amat berlebih-lebihan, tiada mengingat dirinya dan derajat baginda. Oleh sebab itu baginda pun senantiasa mencari akal akan membalas . . . . kejenakaannya itu.

Suatu hari, pada permulaan bulan Rabiulawal baginda tersenyum-senyum simpul, seraya pikirnya, “Awas engkau Abu Nawas . . . !”

Sebagaimana biasa tiap-tiap tahun, pada dua belas hari bulan Rabiulawal sultan itu mengadakan maulud di dalam istana. Maka baginda pun menyuruh memanggil segala wasir dan menteri dan orang besar-besar dan anak raja-raja.

web referer



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters